Hujan yang mengguyur wilayah Jabodetabek akhir-akhir ini tidak hanya menimbulkan genangan, tetapi juga membawa kedatangan tamu tak diundang, yaitu biawak. Reptil ini seringkali keluar dari habitat alaminya saat musim hujan, terutama ketika sarang mereka terendam air atau sumber makanan berpindah tempat.
Mendapati biawak berkeliaran di sekitar rumah, baik di pekarangan maupun masuk ke dalam, tentu bisa jadi pengalaman menegangkan. Namun, ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengusir biawak dengan aman dan efektif, serta untuk mencegah kedatangannya di masa depan.
Berbagai langkah bisa diambil untuk mengusir biawak yang memasuki area rumah, melakukan tindakan pencegahan merupakan solusi yang bijak.
Mengapa Biawak Sering Muncul Saat Musim Hujan?
Biawak adalah reptil yang sangat adaptif dan biasanya mencari tempat yang lembap dan gelap untuk bersembunyi. Ketika hujan deras mengguyur, habitat mereka terkadang tergenang air, mendorong mereka untuk mencari lokasi yang lebih kering, termasuk di lingkungan rumah manusia.
Selain itu, musim hujan juga seringkali mengubah pola pencarian makanan biawak. Dengan banyaknya serangga dan tikus yang mulai bermunculan, biawak mengikuti jejak makanan ini lebih dekat ke kawasan pemukiman.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana perubahan iklim dan cuaca dapat mempengaruhi habitat patogen dan spesies liar, termasuk biawak. Oleh karena itu, penting untuk memahami perilaku mereka agar bisa mengatasi kehadiran mereka dengan cara yang tepat.
Cara Efektif Mengusir Biawak dari Rumah dan Pekarangan
Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah menutup semua celah masuk ke dalam rumah. Biawak suka bersembunyi di tempat-tempat yang gelap dan lembap. Periksa seluruh area rumah, mulai dari dinding, pintu, hingga lubang-lubang di gudang dan saluran air.
Segera tutup setiap lubang atau celah yang ditemukan dengan semen atau dempul. Hal ini sangat penting guna mencegah biawak masuk dan bersarang di dalam rumah yang dapat mengganggu kenyamanan penghuni.
Selanjutnya, menjaga kebersihan sisa makanan dan sampah juga adalah hal yang krusial. Makanan sisa, termasuk makanan hewan peliharaan, dapat menarik serangga, tikus, dan fauna lainnya yang menjadi mangsa bagi biawak. Buang sampah secara teratur agar tidak menjadi magnet bagi hewan-hewan tersebut.
Penggunaan Aroma untuk Mengusir Biawak
Selain langkah-langkah fisik, Anda juga bisa memanfaatkan bahan-bahan yang memiliki aroma menyengat. Biawak dikenal tidak menyukai berbagai aroma tajam, seperti kapur barus, bawang putih, dan cuka.
Anda bisa menaruh bahan-bahan ini di area yang sering dilalui oleh biawak. Minyak esensial seperti eucalyptus dan peppermint yang dicampur air juga bisa disemprotkan di sudut-sudut rumah untuk menakut-nakuti biawak.
Langkah ini merupakan metode alami yang lebih aman dibandingkan dengan menggunakan bahan kimia berbahaya. Mengusir biawak dengan aroma dapat membantu menjaga lingkungan tetap bersih tanpa merugikan makhluk lain.
Merawat Halaman untuk Menghindari Kehadiran Biawak
Halaman yang rapi tentu akan mengurangi kemungkinan kedatangan biawak. Semak-semak rimbun, tumpukan kayu, dan dedaunan basah bisa menjadi tempat persembunyian ideal bagi biawak. Oleh karena itu, pastikan untuk rutin merapikan halaman dan memangkas tanaman yang terlalu rimbun.
Genangan air juga harus dihindari. Pastikan tidak ada genangan air hujan yang menggenang, juga tidak ada ember terbuka atau kolam yang bisa menjadi sumber minum bagi hewan liar. Dengan menjaga kebersihan halaman, kita dapat meminimalisir risiko kehadiran biawak.
Penggunaan hewan peliharaan, seperti kucing atau anjing, juga bisa menjadi cara pencegahan yang efektif. Keberadaan hewan-hewan ini dapat menciptakan suasana yang kurang nyaman bagi biawak.
Pencegahan Fisik dan Lingkungan untuk Mengusir Biawak
Jika biawak sudah mencuri masuk ke dalam rumah, semprotkan air dingin pada biawak tersebut. Mengingat biawak adalah hewan berdarah dingin, suhu rendah dapat memperlambat gerakannya. Gunakan papan atau kertas tebal untuk mengarahkannya keluar.
Perhatikan juga pencahayaan di sekitar rumah. Lampu luar yang terlalu terang dapat menarik serangga, yang selanjutnya dapat menarik biawak. Sebaiknya gunakan lampu kuning untuk area luar agar tidak menarik perhatian biawak.
Pastikan pula suhu ruangan dijaga tetap nyaman dan tidak lembap. Suhu sekitar 22 derajat Celsius dapat membuat kondisi kurang nyaman bagi biawak dan mendorong mereka pergi mencari tempat yang lebih cocok.
Pentingnya Memeriksa Area Rawan di Dalam Rumah
Selain menciptakan lingkungan yang tidak menarik, penting untuk memahami area-area di dalam rumah yang mungkin menjadi tempat bersarang bagi biawak. Tempat-tempat lembap, seperti di bawah wastafel, perlu diperiksa secara berkala untuk memastikan tidak ada aktivitas biawak.
Bila telah melakukan berbagai upaya tetapi biawak masih terus datang, bisa jadi Anda memerlukan bantuan ahli. Menghubungi petugas satwa liar atau jasa pengendalian hama profesional adalah langkah bijak agar penanganan lebih aman dan efektif.
Menghadapi musim hujan tidak hanya sekedar menjadi tantangan cuaca, tetapi juga tantangan kehadiran hewan liar. Dengan menjaga kebersihan, menutup celah masuk, dan menerapkan cara-cara alami, kita dapat hidup harmonis tanpa gangguan dari biawak.






