Penjualan mobil listrik di Indonesia pada tahun 2025 menunjukkan perkembangan yang signifikan, menciptakan dinamika persaingan yang menarik. Terutama, merek asal Tiongkok berhasil mendominasi pasar, sementara produsen dari Jepang mengalami kesulitan untuk masuk ke dalam jajaran sepuluh besar penjualan.
Berdasarkan laporan terbaru, BYD tampil sebagai pemenang dalam persaingan ini, menduduki posisi teratas dengan beberapa model andalan yang berhasil meraih perhatian publik. Hal ini menjadi sorotan, mengingat tren pergeseran menuju mobil ramah lingkungan semakin kuat di kalangan masyarakat.
Data Penjualan Mobil Listrik yang Menjanjikan di Indonesia
Urutan teratas dalam daftar mobil listrik terlaris tahun ini diisi oleh BYD Atto 1, dengan total distribusi mencapai 22.582 unit. Model ini tidak hanya sukses karena harga yang bersaing, tetapi juga karena desainnya yang menarik dan fitur lengkap yang ditawarkan kepada konsumen.
Selanjutnya, posisi kedua ditempati oleh BYD M6 dengan penjualan 10.862 unit, sementara di tempat ketiga terdapat BYD Sealion 07 yang mencapai angka 8.402 unit. Ini menunjukkan bahwa merek BYD memiliki daya tarik yang kuat di pasar Indonesia.
Peringkat keempat diisi oleh Denza D9 yang berhasil menjual 7.474 unit selama tahun 2025. Merek ini merupakan bagian dari langkah BYD untuk menjangkau segmen premium di Tanah Air, menawarkan opsi yang lebih mewah kepada konsumen.
Vinfast muncul sebagai produsen non-China yang patut diperhatikan, menempati urutan kelima dengan penjualan 5.974 unit. Merek asal Vietnam ini mencatat angka yang cukup mengesankan di tengah persaingan yang ketat.
Dinamika Pertumbuhan Penjualan Mobil Listrik di Tanah Air
Menurut Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik di Indonesia mengalami lonjakan yang signifikan. Angka penjualan mencapai 103.931 unit pada tahun 2025, menunjukkan peningkatan yang luar biasa jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Kenaikan ini mencerminkan pertumbuhan permintaan yang melonjak hingga 141 persen, di mana pada tahun 2024 penjualan hanya mencapai 43.188 unit. Masyarakat semakin sadar akan pentingnya beralih ke kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan untuk mengurangi emisi karbon.
Walaupun penjualan meningkat, produksi mobil listrik di dalam negeri justru mengalami penurunan sebesar 4 persen, sehingga jumlah total produksi hanya mencapai 24.727 unit. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai ketahanan industri lokal dalam memenuhi permintaan.
Penurunan produksi menunjukkan bahwa sebagian besar distribusi mobil listrik selama tahun lalu berasal dari impor CBU, yang tentunya menambah tantangan bagi pabrikan di dalam negeri untuk meningkatkan kapasitas produksi mereka.
Berikut ini adalah daftar mobil listrik terlaris di Indonesia pada tahun 2025, yang menunjukkan tren pendorong menuju kendaraan listrik:
- 1. BYD Atto 1 22.582 unit
- 2. BYD M6 10.862 unit
- 3. BYD Sealion 07 8.402 unit
- 4. Denza D9 7.474 unit
- 5. VinFast VF e34 5.974 unit
Analisis Faktor Penyebab Pertumbuhan Penjualan Kendaraan Listrik
Banyak faktor yang menyebabkan pertumbuhan penjualan kendaraan listrik ini. Di antaranya adalah kebijakan pemerintah yang mendukung penggunaan energi terbarukan dan mobil listrik melalui insentif dan regulasi yang lebih baik. Masyarakat juga mulai lebih memperhatikan dampak lingkungan dari kendaraan yang mereka gunakan.
Pihak produsen berusaha menyesuaikan produk mereka dengan kebutuhan konsumen, menghadirkan model-model baru yang lebih ramah lingkungan serta dengan harga yang lebih terjangkau. Hal ini membuka peluang bagi masyarakat untuk memiliki kendaraan listrik yang lebih hemat biaya dan efisien.
Dengan berbagai kemudahan dalam akses teknologi dan informasi, semakin banyak orang yang teredukasi mengenai manfaat mobil listrik. Ini berperan penting dalam mendorong mereka untuk beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik.
Selain itu, peningkatan infrastruktur pengisian kendaraan listrik di berbagai daerah juga turut memberikan kemudahan bagi pengguna. Peningkatan jumlah stasiun pengisian memungkinkan pengguna merasa lebih nyaman dan aman saat menggunakan kendaraan listrik.
Pada akhirnya, kombinasi dari berbagai faktor ini menciptakan momentum yang kuat bagi pertumbuhan pasar mobil listrik di Indonesia. Hal ini berpotensi membuka jalan bagi revolusi industri otomotif yang lebih berkelanjutan di masa depan.
Proyeksi Masa Depan untuk Mobil Listrik di Indonesia
Mengamati perkembangan ini, proyeksi masa depan untuk kendaraan listrik di Indonesia terlihat cerah. Dengan adanya dukungan dari pemerintah dan kesadaran masyarakat yang terus meningkat, diharapkan jumlah kendaraan listrik yang beredar akan semakin bertambah. Hal ini membawa dampak positif bagi lingkungan dan perekonomian.
Produsen mobil lokal sebaiknya memanfaatkan momen ini untuk berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan, agar dapat bersaing dalam pasar yang semakin kompetitif. Dengan menciptakan mobil listrik yang inovatif, mereka dapat menawarkan pilihan yang menarik bagi konsumen.
Investasi dalam infrastruktur juga perlu menjadi prioritas, agar pengguna tidak mengalami kesulitan saat melakukan pengisian daya. Di masa depan, stasiun pengisian yang lebih banyak dan tersebar di berbagai lokasi akan menjadi penentu suksesnya adopsi kendaraan listrik.
Selain itu, perlu adanya edukasi berkelanjutan kepada masyarakat mengenai manfaat dan penggunaan kendaraan listrik agar masyarakat semakin tergerak untuk beralih. Dengan upaya yang sinergis antara pemerintah, masyarakat, dan produsen, masa depan mobil listrik di Indonesia dapat menjadi lebih bersinar.
Kondisi ini menjanjikan untuk membentuk ekosistem transportasi yang lebih ramah lingkungan. Penjualan kendaraan listrik yang terakselerasi dan osilasi fitur yang beragam diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan berkelanjutan di Indonesia.









