Aksi sahut menyahut antara Menteri Kelautan dan Perikanan dan Menteri Keuangan baru-baru ini menjadi sorotan publik. Perdebatan ini berfokus pada masalah pencairan dana untuk proyek pembangunan kapal yang memicu sejumlah tanggapan dari para pihak terkait.
Permasalahan dimulai ketika Menteri Kelautan dan Perikanan mengungkapkan kekhawatirannya mengenai proyek revitalisasi kapal di Indonesia. Melalui media sosial, ia melontarkan sindiran kepada Menteri Keuangan untuk lebih memahami sumber dana yang digunakan dalam pengadaan kapal.
Sindiran tersebut mendapatkan respons yang tidak kalah menarik dari Menteri Keuangan. Dalam suasana yang lebih santai, kedua pejabat negara ini terlibat dalam dialog publik yang cukup menghibur, meski tetap menyimpan ketegangan di antara mereka.
Awal Mula Ketegangan Antara KKP dan Kemenkeu
Ketegangan ini berawal dari sebuah acara yang diadakan untuk membahas Revitalisasi Galangan Kapal di Jakarta. Dalam acara tersebut, Menteri Keuangan mempertanyakan kehadiran pesanan kapal dari KKP kepada pengusaha galangan yang hadir.
Dia merasa aneh ketika dijawab bahwa tidak ada pesanan kapal yang diterima. Pertanyaan ini menjadi sangat relevan karena Kementerian Keuangan telah mengeluarkan anggaran untuk pengadaan kapal tersebut, dan ia ingin tahu alasan di balik kurangnya pesanan.
Menteri Purbaya kemudian menjelaskan bahwa berdasarkan arahan dari Presiden, terdapat ribuan kapal yang perlu diremajakan. Dia juga mempertanyakan mengapa jika anggaran sudah disiapkan, tetapi tindakan nyata belum terjadi di lapangan.
Tanggapan Menteri Kelautan dan Perikanan
Menanggapi pernyataan tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan memberikan sindiran melalui media sosial. Ia mengingatkan Menkeu bahwa dana untuk pembangunan kapal saat ini bersumber dari pinjaman luar negeri, khususnya dari Inggris.
Sindiran tersebut bertujuan agar Menkeu lebih memahami konteks dari pembangunan kapal yang sedang berjalan. Ia juga meminta Menteri Keuangan untuk menanyakan hal ini kepada stafnya untuk informasi yang lebih akurat.
Pernyataan Trenggono ini menunjukkan ketidakpuasan dan keresahan terhadap kelambatan dalam realisasi proyek. Ia berharap agar ada langkah konkret dari Kemenkeu untuk memfasilitasi pengadaan kapal di dalam negeri.
Pernyataan Menkeu yang Menarik Perhatian
Menkeu tak tinggal diam, memberikan klarifikasi mengenai anggarannya. Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini, ia belum mendapatkan informasi terkait pemesanan kapal yang dijanjikan. Hal ini menciptakan kebingungan di dalam Kementerian Keuangan sendiri.
Meski demikian, Purbaya juga menambahkan bahwa ia akan berupaya mengecek kembali informasi yang diterima mengenai pemesanan. Ia berharap dapat menemukan kejelasan tentang data yang disampaikan oleh KKP.
Sikap terbuka dari Menkeu untuk mengecek informasi menunjukkan itikad baik dalam menyelesaikan masalah ini. Ia berusaha tidak terbawa emosi dan lebih fokus pada solusi yang diharapkan.
Penyelesaian Masalah Melalui Komunikasi yang Baik
Setelah beberapa hari berlangsungnya perdebatan, kedua menteri akhirnya mengambil langkah untuk menuntaskan situasi tersebut. Menteri Trenggono merespons dengan tujuan untuk mengajak Menteri Purbaya kembali bekerja sama dalam rangka memajukan sektor kelautan dan perikanan.
Dalam unggahan di media sosialnya, ia menampilkan gambar berdua dengan Menteri Keuangan. Hal ini mencerminkan harapannya untuk menyelesaikan konflik dan kembali fokus pada pekerjaan yang lebih produktif.
Komunikasi yang baik antar kedua menteri merupakan kunci dalam mengatasi masalah anggaran dan pengadaan kapal tersebut. Keduanya menunjukkan bahwa meskipun ada perbedaan pandangan, kerja sama tetap menjadi prioritas.









