Selebriti Nagita Slavina kini tengah berupaya menjadi pemegang saham pengendali PT Satu Visi Putra Tbk, sebuah perusahaan yang bergerak di industri percetakan. Kabar ini mencuri perhatian publik karena Nagita, yang juga dikenal sebagai istri dari Raffi Ahmad, memiliki pengaruh yang signifikan di dunia hiburan dan bisnis di Indonesia.
Menurut informasi yang diterima, proses negosiasi perubahan status kepemilikan saham tersebut sedang berlangsung. Hal ini menandakan bahwa pengambilalihan ini bukan hanya sekadar rumor, melainkan merupakan langkah konkret yang bisa mempengaruhi wajah bisnis percetakan di Tanah Air.
Perubahan kepemilikan saham ini diharapkan dapat mendorong inovasi dan pengembangan lebih lanjut dalam layanan yang ditawarkan oleh perusahaan. Jika sukses, Nagita berpotensi membawa visi baru yang akan meningkatkan daya saing perusahaan di pasar yang semakin kompetitif.
Profil Singkat tentang PT Satu Visi Putra Tbk dan Sejarah Perusahaan
PT Satu Visi Putra Tbk, yang lebih dikenal dengan sigkatan VISI, didirikan di Surabaya pada tahun 2007. Sejak awal, perusahaan ini fokus pada distribusi flex banner, dan terus bertransformasi untuk memenuhi kebutuhan pasar yang semakin berkembang, termasuk produk tinta dan PVC Board.
Dari tahun ke tahun, VISI terus berupaya memperluas jangkauannya dengan berbagai inovasi produk. Pada tahun 2018, perusahaan mengganti namanya untuk memperkuat identitas di pasar, yang menjadi bagian dari strategi untuk memposisikan diri sebagai pemimpin dalam industri percetakan.
Pada tahun 2021, VISI membuat langkah strategis dengan menambah infrastruktur operasional, seperti mengakuisisi lima gudang dan sepuluh truk. Langkah ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional.
Langkah untuk Go Public dan Implikasi bagi Perusahaan
VISI melangkah ke Bursa Efek Indonesia pada 27 Februari 2024 dan sudah beroperasi dengan kode emiten VISI. Harga saham perdana ditetapkan di angka Rp120 per lembar, dan perusahaan merencanakan untuk melepas 3,075 miliar lembar saham dalam penawaran umum yang ditargetkan dapat meraih dana hingga Rp369 miliar.
Dengan langkah ini, VISI berhasil mengumpulkan sekitar Rp71,14 miliar yang sangat berarti bagi pengembangan bisnis jangka panjang. Dana hasil IPO ini akan dialokasikan untuk pengembangan modal kerja dan pengadaan armada baru bagi perusahaan.
Meskipun dihadapkan pada tantangan, langkah untuk Go Public adalah sinyal positif bagi investor dan pasar. Hal ini menunjukkan bahwa VISI memiliki prospek yang cerah di masa depan.
Pencapaian dan Tantangan Keberlanjutan Kinerja Perusahaan
Sejak pencatatan saham, VISI mengalami pergerakan saham yang fluktuatif. Sahamnya sempat terjebak dalam auto reject bawah (ARB), mencerminkan volatilitas yang cukup tinggi dalam perdagangan. Akibatnya, perusahaan kini berada dalam pengawasan khusus dari bursa efek.
Menurut laporan terbaru, total aset perusahaan dilaporkan meningkat sebesar 0,54 persen menjadi Rp1,56 miliar. Namun, kenaikan liabilitas juga mencuat hingga 2,06 persen, menunjukkan adanya peningkatan utang yang perlu dikelola dengan bijak.
VISI mengalami penurunan pendapatan yang signifikan, mencapai Rp70,25 miliar atau -21,95 persen pada September 2025. Hal ini disebabkan oleh menurunnya permintaan terhadap produk banner dan tinta di berbagai wilayah.
Peluang Pertumbuhan di Tengah Tantangan Pasar
Kendati dihadapkan pada penurunan, ada kabar baik dari peningkatan yang terjadi di wilayah Jawa Tengah. Perusahaan terus berusaha meningkatkan pangsa pasar mereka di area baru agar bisa bersaing lebih efektif dengan kompetitor. Ini menunjukkan adanya semangat dan strategi yang jelas untuk bertahan.
Inovasi produk menjadi hal yang sangat vital bagi VISI. Perusahaan harus terus beradaptasi dengan kebutuhan pasar dan terus menghadirkan solusi yang relevan dan mutakhir. Dengan reputasi Nagita, ada harapan besar untuk peremajaan dan revitalisasi yang akan mempengaruhi kinerja perusahaan secara positif.
Sebagai investasi jangka panjang, visi dan misi baru yang dibawa Nagita diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi perusahaan. Jika proses akuisisi berjalan lancar, pelanggan dapat mengharapkan berbagai produk dan layanan yang lebih inovatif.









