Baru-baru ini, Makassar menjadi sorotan akibat insiden kebakaran yang melibatkan kantor DPRD. Peristiwa ini terjadi saat demonstrasi berlangsung, menyampaikan rasa solidaritas atas kematian seorang ojek online yang bernama Affan Kurniawan.
Kebakaran tersebut terjadi saat rapat penting yang dihadiri oleh berbagai pejabat daerah tengah berlangsung. Kejadian ini menjadi pemicu sejumlah foto dan video yang beredar luas di media sosial.
Meskipun situasi cukup tegang, upaya evakuasi berlangsung cepat. Para pimpinan kota, termasuk Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, berhasil selamat tanpa mengalami luka serius.
Akan tetapi, insiden ini meninggalkan dampak tragis, termasuk hilangnya nyawa salah satu pegawai negeri sipil ketika berusaha melarikan diri dari lokasi kejadian. Ini menunjukkan betapa berbahayanya situasi saat itu.
Reaksi Masyarakat Terhadap Kebakaran di Makassar
Usai insiden, protes yang dilakukan oleh massa terus berlanjut dengan intensitas yang lebih tinggi. Massa merasa bahwa aksi pembakaran ini adalah bentuk keputusasaan atas masalah yang dihadapi mereka.
Sebelum menuju kantor DPRD, mereka telah melakukan aksi pembakaran di pos lalu lintas yang berada di pertigaan Jalan AP Pettarani dan Sultan Alauddin. Ini menjadi sinyal bahwa ketidakpuasan di kalangan masyarakat mulai memuncak.
Paman Faruq, seorang wakil ketua DPRD, menyatakan bahwa semua anggota dewan dan para pemimpin daerah dalam keadaan aman. Namun, mereka sangat terkejut melihat tingkat kekerasan yang terjadi.
Cara Evakuasi yang Dilakukan di Tengah Kerusuhan
Evakuasi dilakukan secara cepat dan terencana, dengan memanfaatkan jalur yang tidak terlihat oleh massa. Wali Kota, wakil wali kota, dan Sekretaris Daerah dievakuasi dengan menggunakan sepeda motor untuk menjauh dari kerumunan.
Para anggota dewan diinstruksikan untuk tetap tenang dan mengikuti prosedur pelarian yang telah disiapkan sebelumnya. Kecepatan evakuasi ini menunjukkan kesiapsiagaan pemerintah menghadapi situasi darurat.
Menurut laporan, meskipun situasi sempat panik, tidak ada anggota dewan maupun pegawai pemerintah yang terluka. Namun, kendaraan dan fasilitas publik mengalami kerusakan yang signifikan.
Dampak Insiden Terhadap Stabilitas Kota Makassar
Insiden ini tidak hanya berdampak pada gedung DPRD, tetapi juga menciptakan gelombang ketidakstabilan di Makassar. Warga setempat mengkhawatirkan keamanan mereka setelah melihat aksi kekerasan yang terjadi di depan mata.
Anwar Faruq, wakil ketua DPRD, berharap situasi di kota Makassar segera kembali normal. Harapannya agar masyarakat dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan aman dan tenang.
Dalam situasi seperti ini, pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat bekerja sama untuk mencegah terulangnya insiden serupa. Keberlangsungan perdamaian adalah kunci penting untuk menanggulangi masalah mendesak di masyarakat.