Mandi adalah kegiatan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk kebersihan maupun kesehatan. Di negara tropis seperti Indonesia, kebiasaan mandi sering dilakukan lebih sering dibandingkan di belahan dunia lain, seperti Eropa, di mana iklimnya lebih sejuk.
Di Eropa, suhu yang dingin membuat orang-orang tidak merasa perlu untuk mandi secara sering. Hal ini berbeda jauh dengan keadaan di Indonesia, di mana cuaca panas dan lembap mendorong kita untuk selalu menjaga kebersihan tubuh dengan mandi secara teratur.
Menariknya, di masa lalu, kebiasaan mandi yang sering ini justru dianggap aneh oleh masyarakat Eropa yang datang ke Indonesia. Bahkan, mandi menjadi salah satu daya tarik wisata khusus di beberapa hotel pada masa itu.
Kebiasaan Mandi Masyarakat Eropa di Masa Lalu
Sejarawan Achmad Sunjayadi menyatakan bahwa kebiasaan mandi masyarakat Eropa sangat berbeda di negara asal mereka. Di wilayah empat musim, mandi sering kali dianggap tidak perlu terlalu sering dilakukan karena merasa suhu tubuh sudah cukup dingin.
Namun, ketika para wisatawan Eropa mengunjungi Hindia Belanda, mereka dihadapkan pada suhu yang jauh lebih panas. Dalam kondisi ini, mereka tidak punya pilihan lain selain mandi untuk meredakan keringat yang berlebihan.
Di masa itu, tidak ada fasilitas pendingin ruangan seperti AC atau kipas angin, sehingga mandi menjadi salah satu cara terbaik untuk membuat tubuh terasa lebih segar. Hal ini membuat mereka harus belajar cara mandi dari masyarakat setempat.
Proses Belajar Mandi untuk Wisatawan Asing
Proses belajar mandi bagi para wisatawan Eropa ini cukup menarik. Mereka biasanya diajarkan untuk menggunakan gayung dan mengguyurkan air ke tubuh mereka, yang berbeda dari kebiasaan mandi mereka di Eropa.
Antusiasme para wisatawan ini tinggi, bahkan terkadang menjadikan mandi sebagai pengalaman yang menyenangkan. Banyak dari mereka yang menghabiskan waktu berlama-lama di bak mandi setelah hari yang panjang.
Pengalaman mandi ini menjadi bagian integral dari perjalanan mereka, hingga menarik perhatian beberapa pengelola hotel di Jakarta saat itu. Salah satu yang terkenal adalah Hotel de l’Univers.
Hotel dan Paket Mandi sebagai Daya Tarik Wisata
Hotel de l’Univers, yang terletak di kawasan Molenvliet, menciptakan paket wisata dengan mandi sebagai daya tarik utamanya. Dengan menyuguhkan pengalaman mandi yang jauh dari kebiasaan mereka, hotel ini berhasil menarik kedatangan wisatawan.
Paket yang ditawarkan tidak hanya sekadar mandi, melainkan mencakup berbagai kegiatan menarik lainnya. Misalnya, mereka menawarkan rijstaffel, sebuah paket makan yang khas.
Setelah menikmati makanan, para tamu diarahkan untuk beristirahat sejenak, baik tidur di kamar maupun bersantai di teras hotel. Dengan cara ini, mereka dapat menghindari paparan sinar matahari secara langsung.
Meski cuacanya tetap panas, cara ini membantu para tamu merasa lebih nyaman. Setelah beristirahat, mereka akan disuguhkan teh dan bisa melanjutkan pengalaman mandi di bak mandi yang segar.
Konsep ini tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi wisatawan, tetapi juga meningkatkan pendapatan bagi hotel dan mengangkat citra pariwisata di Hindia Belanda. Pengalaman mandi menjadi cerita yang tak terlupakan bagi banyak orang.









