Bali, pulau surgawi yang sering menjadi tujuan wisata utama, kini mengalami penurunan jumlah wisatawan domestik selama periode Natal dan Tahun Baru 2026. Gubernur Bali, Wayan Koster, mengungkapkan bahwa penurunan penerbangan domestik merupakan penyebab utama atas kondisi ini. Situasi ini tentu menarik perhatian, mengingat Pulau Dewata biasanya selalu ramai menjelang dua perayaan besar tersebut.
Koster menjelaskan bahwa sejumlah pesawat yang menjalani perawatan, termasuk dari maskapai besar, memengaruhi jumlah penerbangan yang tersedia. Dengan jumlah kursi yang terbatas, banyak wisatawan yang harus mencari alternatif lain untuk berlibur, yang pada gilirannya memengaruhi angka kunjungan mereka di Bali.
Faktor Penurunan Jumlah Wisatawan ke Bali Selama Liburan Nataru
Koster menyampaikan bahwa tahun ini, Bali mengalami penurunan jumlah penerbangan domestik dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Jika di tahun 2024 terdapat 13 penerbangan domestik ke Bali, kini jumlah tersebut menyusut menjadi 11 penerbangan.
Tak hanya penerbangan saja yang mengalami penurunan, rute domestik juga tercatat menyusut dari 25 menjadi 23 rute. Ketersediaan penerbangan yang terbatas ini jelas menjadi kendala besar bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Bali selama liburan.
Selain itu, cuaca yang tidak mendukung turut memengaruhi suasana pariwisata di Bali. Wayan Koster mencatat bahwa curah hujan yang lebih tinggi dibandingkan tahun lalu juga berdampak pada aktivitas wisata, membuat banyak orang lebih memilih untuk tetap di dalam ruang hotel saja.
Perubahan Preferensi Wisatawan Domestik ke Destinasi Lain
Koster menambahkan bahwa ada pergeseran minat wisatawan yang mulai memilih tujuan liburan lain, khususnya di Pulau Jawa. Dengan adanya pembangunan infrastruktur yang memadai, seperti jalan tol yang interkoneksi, aksesibilitas menuju daerah-daerah tersebut menjadi lebih mudah.
Banyak wisatawan yang kini beralih ke daerah yang dulunya jarang dikunjungi, sehingga mengakibatkan pengurangan jumlah kunjungan ke Bali. Ini menunjukkan bahwa aksesibilitas memang memengaruhi keputusan individu saat merencanakan liburan mereka.
Namun, mayoritas wisatawan tetap mempertimbangkan Bali sebagai pilihan utama, jika rute penerbangan mendukung. Koster menyebut bahwa meskipun ada faktor-faktor yang membuat wisatawan berpindah perhatian, Bali tetap menjadi destinasi favorit banyak orang.
Statistik Pergerakan Penumpang di Bandara Bali
Meskipun ada penurunan jumlah wisatawan, Bandara I Gusti Ngurah Rai tetap mencatat aktivitas penerbangan yang cukup tinggi. Selama periode 15 hingga 27 Desember 2025, bandara ini melayani sekitar 885 ribu penumpang, dengan rata-rata 427 pergerakan pesawat per hari.
Angka tersebut menunjukkan peningkatan 12 persen dibandingkan rata-rata harian di tahun 2025. Meskipun beberapa kendala mengganggu, aktivitas penerbangan di Bali tetap cukup aktif dan menunjukkan ketahanan sektor pariwisata.
Rata-rata pergerakan penumpang juga mencatat peningkatan, mencapai 68 ribu orang per hari. Data ini menjadi indikasi bahwa meski ada berbagai tantangan, keinginan masyarakat untuk berkunjung ke Bali tetap ada, dan harapan untuk pemulihan kembali terlihat semakin jelas.








