Arsenal kini memimpin klasemen Premier League, tetapi menghadapinya dengan bayang-bayang kutukan Tahun Baru yang mengganggu. Meskipun mereka menunjukkan performa kuat di awal musim, sejarah menunjukkan mereka sering kesulitan mempertahankan posisi puncak setelah pergantian tahun.
Ini bukan kali pertama Arsenal merasakan ketidakberuntungan di momen krusial seperti ini. Dalam empat musim terakhir yang berlangsung di Premier League, mereka mengalami hal serupa, menjadi tim yang diunggulkan namun gagal mengamankan gelar juara pada akhir musim.
Kutukan saat Natal dan Tahun Baru telah menghinggapi Arsenal dalam periode yang lama, termasuk musim 2002/2003 dan 2007/2008. Kembali merasakannya, mereka kini bertanya-tanya apakah kali ini akan berbeda.
Menelusuri Jejak Kutukan Arsenal di Awal Tahun
Selama beberapa tahun, Arsenal sering kali menjadi tim yang menonjol di klasemen pada saat Natal. Namun, setelah tahun berganti, mereka cenderung tergelincir dari posisi puncak, memberi kesempatan bagi tim lain untuk mengambil alih.
Manchester United telah meraih gelar pada musim 2002/2003 dan 2007/2008, sementara Manchester City melanjutkan tradisi ketidakberuntungan Arsenal dengan memenangkan liga pada 2022/2023 dan 2023/2024. Hal ini menambah pelajaran penting bagi Arsenal tentang pentingnya konsistensi di paruh kedua musim.
Menjelang pergantian tahun 2025, Arsenal berada di posisi yang sangat baik dan tampak bertekad untuk mengubah nasib buruk ini. Momen kemenangan telak 4-1 atas Aston Villa menjadi sinyal positif bagi tim, meski tantangan berat tetap mengintai di depan.
Kondisi Terkini Arsenal dan Tantangan di Depan
Performansi Arsenal menjelang akhir tahun menunjukkan tanda-tanda peringatan. Meski unggul di klasemen, tiga dari lima pertandingan terakhir mereka tidak bisa menghasilkan lebih dari dua gol.
Selama dua pertandingan terakhir, Arsenal bahkan tidak berhasil mencetak gol dari permainan terbuka, sebuah indikasi bahwa mereka sedang berjuang untuk menemukan ritme terbaik. Kemenangan melawan Wolverhampton dan Everton juga terasa kurang meyakinkan.
Dengan kemenangan atas Aston Villa, Arsenal harus berupaya keras untuk tetap produktif dan menjaga momentum menjelang tahun baru. Pelatih Mikel Arteta menyadari bahwa satu-satunya cara untuk membalikkan kutukan ini adalah dengan performa yang stabil dan produktif di lapangan.
Perbandingan dengan Pesaing Utama di Liga
Manchester City kini menjadi pesaing utama Arsenal dalam perburuan gelar, dengan momentum permainan yang sangat kuat. Meskipun Liverpool mengalami penurunan, City menunjukkan performa dominan dalam beberapa pertandingan terakhir.
Dengan Erling Haaland yang terus mencetak gol dan Phil Foden serta Bernardo Silva yang berkontribusi secara signifikan, Man City terlihat seperti tim yang bangkit kembali. Hal ini memperburuk posisi Arsenal, yang harus bertindak cepat untuk menjaga keunggulan.
Tanpa mengabaikan bahwa Arsenal telah mengalahkan Aston Villa dengan meyakinkan, tantangan di depan tetap besar. Mereka harus menghadapi Brighton dan tim-tim lain dengan keyakinan untuk mempertahankan posisi klasemen yang menguntungkan.
Strategi dan Harapan Arsenal untuk Musim Ini
Dengan total 19 kemenangan saat mencetak gol terlebih dahulu, Arsenal harus berusaha keras untuk menembus pertahanan lawan sejak menit awal. Pendekatan ini terbukti efektif dan dapat membantu mereka menghindari kekalahan di momen krusial.
Meskipun Arsenal berada dalam posisi yang nyaman dalam klasemen, tekanan dari tim-tim konkuren tidak boleh dianggap sepele. Setiap pertandingan di paruh kedua musim akan sangat bergantung pada seberapa baik mereka bisa mengatasi tantangan ini.
Keberhasilan Arsenal bukan hanya ditentukan oleh kemampuan individu pemain, tetapi juga kerjasama tim dan taktik yang diterapkan. Dengan semua komponen ini, mereka berharap untuk mengangkat trofi pada akhir musim tanpa terhambat oleh kutukan yang menderita selama bertahun-tahun.










