Menyebarnya virus Influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai ‘super flu’ telah menimbulkan kekhawatiran di banyak negara. Varian ini menjadi perhatian khusus setelah terdeteksi di Indonesia dan dikaitkan dengan lonjakan kasus influenza di sejumlah wilayah, termasuk di Amerika Serikat.
Kenaikan kasus flu di Amerika Serikat melaporkan peningkatan yang signifikan dalam waktu singkat, hingga dua kali lipat dalam satu minggu. Situasi ini memicu banyak diskusi tentang efektivitas vaksin influenza yang ada saat ini.
Dari berbagai pandangan para ahli, ada kekhawatiran bahwa subclade K memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari strain influenza sebelumnya. Hal ini memicu pertanyaan penting, apakah vaksin yang telah tersedia masih mampu melawan varian baru ini.
Menelusuri Karakteristik Subclade K Influenza A
Menurut Direktur Center for Infectious Disease Research and Policy di University of Minnesota, Michael Osterholm, subclade K menunjukkan karakteristik yang cukup berbeda dibandingkan strain tahun-tahun sebelumnya. Varian ini mengalami perubahan yang memungkinkan virus untuk menantang kekebalan tubuh dari infeksi sebelumnya atau vaksinasi yang telah dilakukan.
Munculnya varian baru ini menyebabkan para peneliti meragukan kekuatan vaksin influenza yang tersedia saat ini. Hal ini menyoroti pentingnya pemantauan terus menerus terhadap perubahan yang terjadi pada virus influenza.
Sebagai tambahan, dokter spesialis paru, Erlina Burhan, menjelaskan bahwa kemampuan virus influenza untuk terus bermutasi mirip dengan apa yang terjadi pada virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Virus ini mampu beradaptasi dan membentuk varian-varian baru yang lebih kuat.
Pentingnya Vaksin Influenza dalam Mengatasi Varian Baru
Erlina menjelaskan bahwa subclade K adalah hasil dari mutasi virus influenza H3N2 yang mengalami antigenic drift. Fenomena ini menyebabkan perubahan pada struktur antigen virus, mengakibatkan sistem imun tubuh tidak sepenuhnya mengenali virus, bahkan bagi orang yang sudah divaksin.
Kondisi tersebut membuat infeksi influenza subclade K dapat diperburuk dengan gejala yang lebih serius dibandingkan dengan influenza musiman biasa. Meskipun demikian, vaksin influenza tetap berfungsi untuk mengurangi risiko keparahan penyakit.
Dokter tersebut menegaskan pentingnya vaksinasi rutin, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta. Vaksin tidak hanya berfungsi untuk mencegah infeksi, tetapi juga melindungi dari kemungkinan komplikasi yang lebih berat.
Faktor Penyebaran Influenza yang Perlu Diperhatikan
Selain mutasi virus, cuaca juga berperan dalam penyebaran subclade K. Di negara-negara dengan empat musim, infeksi influenza H3N2 umumnya meningkat saat musim dingin, mendorong penyebarannya lebih cepat.
Dengan peningkatan yang signifikan pada kasus influenza di musim dingin, dampak dari subclade K juga menjadi lebih berat. Hal ini menciptakan tantangan bagi sistem kesehatan di berbagai negara dalam menangani lonjakan kasus yang mendadak.
Para ahli menyatakan bahwa penting untuk mengadopsi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan. Ini mencakup penggunaan masker saat sakit dan menjaga daya tahan tubuh tetap optimal sebagai cara efektif untuk mencegah penyebaran virus.







