Penjualan mobil baru di Indonesia menunjukkan tren penurunan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh kondisi perekonomian yang mempengaruhi daya beli masyarakat.
Menurut Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Putu Juli Ardika, faktor ekonomi menjadi salah satu alasan utama masyarakat enggan membeli kendaraan baru. Selain itu, situasi pembiayaan yang kurang kondusif juga berperan dalam hal ini.
Putu juga mencatat bahwa sekitar tujuh puluh persen dari pembelian kendaraan bermotor dilakukan melalui kredit, sehingga kondisi finansial masyarakat sangat berpengaruh dalam keputusan membeli mobil baru.
Penyebab Penurunan Penjualan Mobil Baru di Indonesia
Salah satu faktor yang sering diabaikan adalah kebijakan opsen yang berbeda di berbagai wilayah. Kebijakan ini dapat memengaruhi daya beli dan keputusan masyarakat untuk membeli kendaraan baru.
Belum lagi, masalah dalam pembiayaan juga turut berkontribusi. Permasalahan yang muncul di sektor pembiayaan dapat menghambat potensi penjualan yang ada.
Keberadaan mobil bekas yang relatif terjangkau juga menjadi alternatif bagi masyarakat. Hal ini sehingga mengurangi minat terhadap mobil baru, membuat sektor ini semakin tertekan.
Dampak Kebijakan dan Implementasi di Lapangan
Dari sisi kebijakan, kurangnya dukungan atau implementasi yang tidak konsisten bisa berdampak signifikan. Ini sangat penting untuk memperhatikan regulasi yang mendukung industri otomotif.
Putu juga menekankan pentingnya sistem homologasi untuk kendaraan yang diimpor, terutama truk yang digunakan di luar jalan raya. Hal ini dapat menciptakan ketidakadilan di pasar kendaraan baru.
Penerapan regulasi yang lebih ketat bisa jadi langkah positif agar pasar otomotif lebih terlindungi dan teratur. Ini bisa memberikan kepercayaan terhadap investor dan konsumen.
Data Penjualan dan Tren Selama Beberapa Tahun Terakhir
Berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi dari pabrik ke dealer selama periode Januari-November 2025 mencapai 710.084 unit. Ini menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada periode yang sama tahun lalu, angka penjualan mencapai 785.917 unit, yang artinya terjadi penurunan sebesar 9,6 persen. Penjualan dari dealer ke konsumen juga mengalami penurunan yang signifikan.
Dari angka penjualan retail, terlihat bahwa penjualan selama 11 bulan tahun ini mencapai 739.977 unit, sementara tahun lalu mencapai 807.586 unit, dengan penurunan sebesar 8,4 persen.









