PT PLN (Persero) baru saja merilis laporan yang mengejutkan terkait konsumsi listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) selama periode Siaga Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Lonjakan yang tercatat mencapai 479 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menyoroti perubahan pola penggunaan kendaraan listrik di kalangan masyarakat.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa peningkatan ini sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, yang kini memanfaatkan kendaraan listrik untuk perjalanan jarak jauh, termasuk mudik dan liburan. Total energi listrik yang terdistribusi selama periode ini mencapai 5.619 megawatt hour (MWh).
Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, yang hanya mencatat 1.174 MWh. Peningkatan yang signifikan ini menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat yang beralih menggunakan kendaraan listrik, sehingga layanan pengisian daya semakin penting untuk dipastikan kelancarannya.
Analisis Peningkatan Penggunaan Kendaraan Listrik
Peningkatan jumlah energi yang disuplai selama periode Natal dan Tahun Baru menjadi indikator positif bagi perkembangan kendaraan listrik di Indonesia. Banyak pengisian daya yang tercatat sebanyak 234.136 kali, melonjak 485 persen dari sebelumnya yang hanya 48.254 kali.
Darmawan menekankan pentingnya kesiapan layanan pengisian daya di seluruh wilayah, terutama saat periode Nataru ketika mobilitas masyarakat meningkat pesat. Jaringan SPKLU yang tersebar di berbagai daerah berperan krusial dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Dalam konteks ini, PLN menunjukkan komitmen untuk mengembangkan infrastruktur agar dapat melayani pelanggan dengan optimal. Hal ini termasuk kesiapsiagaan tenaga kerja dan infrastruktur yang dapat mendukung pengisian daya secara efisien.
Kesiapan Infrastruktur dan Sumber Daya Manusia
PLN menyiagakan 4.648 unit SPKLU di seluruh Indonesia, dengan dukungan 5.190 tenaga kerja. Khusus untuk jalur utama Sumatra-Jawa-Bali, PLN mengoperasikan 1.515 unit SPKLU, yang mengalami penambahan hingga tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu.
Darmawan menyatakan bahwa infrastruktur yang tersedia sangat membantu mobilitas pengguna kendaraan listrik di tengah kepadatan perjalanan saat liburan. Kesiapan layanan pengisian daya semacam ini diharapkan dapat mengurangi stres pengguna ketika harus mencari sumber pengisian daya.
Selain itu, PLN juga meningkatkan efektivitas layanan operasional melalui aplikasi PLN Mobile, memberi pengguna akses yang lebih mudah untuk merencanakan perjalanan mereka dengan kendaraan listrik.
Penerapan Teknologi dalam Layanan Pengisian Daya
PLN Mobile menyediakan fitur Trip Planner yang memudahkan pengguna dalam menentukan jarak tempuh dan lokasi SPKLU terdekat. Fitur ini sangat berguna bagi mereka yang merencanakan perjalanan panjang dan ingin memastikan ketersediaan pengisian daya di sepanjang perjalanan.
Selain Trip Planner, fitur AntreEV juga diperkenalkan untuk membantu pengguna dalam mengatur antrean selama periode sibuk. Dengan adanya fitur ini, PLN berupaya agar proses pengisian daya tetap tertib dan efisien, bahkan saat volume pengguna meningkat.
Darmawan menyimpulkan bahwa penguatan infrastruktur dan layanan pendukung akan terus dilakukan seiring dengan pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik. Kesiapan ini akan menjadi faktor penting dalam mendukung transisi menuju kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan di masa depan.








