Bali United meraih kemenangan penting dengan mengalahkan PSM Makassar 2-0 dalam pertandingan pekan ke-17 Super League 2025/2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare ini sangat menarik perhatian karena diwarnai oleh catatan positif dan juga beberapa insiden kartu merah.
Sejak peluit awal ditiupkan, kedua tim langsung menunjukkan permainan agresif dan berusaha mencetak gol. Tidak butuh waktu lama bagi Bali United untuk mencetak gol pertama dan membangun keunggulan mental di lapangan.
Gol pembuka yang dibuat oleh Mirza Mustafic hanya 30 detik setelah kick-off menjadi sorotan utama. Umpan akurat dari Thijmen Goppel kepada Mustafic berhasil mengubah skor dan memberi tekanan awal kepada PSM.
Kejutan Awal dari Bali United di Super League
Pencetak gol, Mustafic, dengan cepat merebut perhatian penonton setelah aksinya yang cemerlang. Menerima umpan di dalam kotak penalti, ia tidak membuang kesempatan untuk mencetak gol pertama dalam pertandingan ini.
Penjaga gawang PSM, Reza Arya Pratama, tidak dapat berbuat banyak untuk menghentikan tembakan mendatar yang mengarah ke sisi kanan gawang. Gol tersebut bukan hanya memberi keunggulan, tetapi juga menjadi rekor gol tercepat di musim Super League kali ini.
Setelah gol pembuka, PSM berusaha keras untuk menyamakan kedudukan, tetapi situasi semakin sulit ketika salah satu pemain mereka, Syahrul Lasinari, diusir dari lapangan akibat kartu merah di menit ke-24. PSM harus bertahan dengan sepuluh orang, membuat mereka kesulitan untuk menciptakan peluang lebih lanjut.
Perjuangan PSM Menghadapi Tekanan
Meski bermain dengan 10 pemain, PSM tidak kehilangan semangat untuk bangkit. Pada menit ke-72, Alex Tanque memiliki kesempatan emas untuk mencetak gol, namun sayangnya tembakannya melambung di atas mistar gawang.
Upaya tersebut memberi harapan bagi tim tuan rumah, tetapi mereka harus berjuang lebih keras. Bali United, yang semakin percaya diri, terus menekan lini pertahanan PSM dan menciptakan peluang berbahaya.
Keberuntungan PSM semakin menipis ketika Juku Eja kembali kehilangan satu pemain lagi menyusul kartu merah yang diterima Ananda Raehan. Keputusan wasit tersebut menjadi pukulan telak bagi harapan PSM untuk bangkit di sisa waktu pertandingan.
Gol Kedua yang Memastikan Kemenangan Bali United
Di masa tambahan waktu, Bali United berhasil menggandakan keunggulan mereka. Goppel, yang sebelumnya memberikan asist, mencetak gol indah di menit 90+4, memastikan bahwa keunggulan mereka tak tergoyahkan. Ini merupakan hasil yang memuaskan bagi tim yang ingin terus bersaing di papan atas.
Keberhasilan Goppel menambah keunggulan sekaligus menciptakan suasana yang semakin menekan PSM. Dalam waktu yang tersisa, usaha PSM untuk mengejar ketinggalan menjadi semakin sulit dan mereka tidak mampu menciptakan momen berbahaya setelah kehilangan banyak pemain.
Bali United berhasil mempertahankan keunggulan dan mengakhiri pertandingan dengan skor 2-0, yang membuat mereka semakin mendekati ambisi mereka untuk memenangkan kompetisi. Hasil ini juga menunjukkan bahwa mereka mampu beradaptasi dengan berbagai situasi di lapangan.
Statistik dan Susunan Pemain di Pertandingan Ini
PSM Makassar tampil dengan formasi 4-2-3-1, menurunkan Reza Arya Pratama sebagai kiper. Selain itu, Rizky Eka Pratama dan Yuran Fernandes menjadi dua di antara pemain belakang yang berusaha keras untuk menahan gempuran lawan.
Di sisi lain, Bali United mengandalkan formasi 4-3-3, dengan Mike Hauptmeijer sebagai penjaga gawang. Tim ini menunjukkan permainan menyerang yang terkoordinasi dengan baik, dipimpin oleh beberapa pemain kunci seperti Goppel dan Mustafic.
Pertandingan ini bukan hanya mengungkap kekuatan Bali United, tetapi juga kelemahan yang perlu diatasi oleh PSM. Taktik dan pemilihan pemain yang tepat sangat berperan dalam menentukan hasil akhir di lapangan. Setiap insiden, seperti kartu merah, menjadi faktor penentu dalam perjalanan pertandingan yang penuh ketegangan ini.











