Arsenal berhasil mencetak sejarah dalam kompetisi Liga Champions dengan meraih 100 persen kemenangan di babak penyisihan. Keberhasilan ini diraih setelah menang melawan Kairat di London, menjadikan Arsenal tim pertama yang menyelesaikan fase grup dengan sempurna.
Dengan hasil tersebut, Arsenal mengumpulkan delapan kemenangan dari delapan pertandingan dalam format penyisihan yang baru. Kemenangan ini menegaskan kekuatan tim dalam persaingan yang ketat di Eropa.
Permainan dimulai dengan sangat cepat ketika Arsenal langsung unggul pada menit kedua. Umpan terobosan dari pemain tengah Arsenal, Kai Havertz, berhasil disambut oleh Viktor Gyokeres yang berada dalam posisi yang sangat menguntungkan.
Pertandingan yang Menegangkan dengan Gol-Gol Menawan
Arsenal memang menunjukkan permainan menyerang yang agresif meskipun sempat menghadapi tekanan dari tim Kairat. Gyokeres, yang bekerja keras, berhasil melepaskan tembakan mendatar yang menghujam gawang Kairat.
Walaupun Arsenal unggul, tim Kairat tidak menyerah dan berhasil menyamakan kedudukan melalui tendangan penalti. Jorge Jorginho dengan tenang menjalankan eksekusi penalti yang membawa Kairat kembali ke dalam pertandingan.
Namun, Arsenal cepat kembali mengendalikan permainan dan mencetak gol kedua. Kai Havertz tampil brilian dengan mencetak gol yang melengkung indah memanfaatkan umpan dari Ben White, menambah keunggulan bagi timnya.
Dominasi Arsenal di Babak Pertama Pertandingan
Gabriel Martinelli juga berperan penting dalam kemenangan ini, mencetak gol ketiga sebelum istirahat. Gol ini merupakan hasil kerja sama yang baik dengan Gyokeres, yang meski tidak langsung terlibat, tetap memberikan kontribusi dalam menciptakan ruang.
Setelah unggul 3-1 di babak pertama, Arsenal semakin percaya diri untuk melanjutkan permainan di babak kedua. Pelatih mengganti beberapa pemain untuk memberikan kesempatan kepada yang lain, termasuk Martin Odegaard yang diharapkan bisa memberikan sentuhan kreatif tambahan.
Gabriel Jesus, yang juga baru masuk, hampir mencetak gol keduanya di menit akhir. Namun, gol tersebut dianulir setelah pemeriksaan VAR, yang menambah ketegangan di akhir pertandingan.
Kemenangan yang Menegaskan Status Arsenal di Eropa
Di masa injury time, Kairat berhasil mencetak gol balasan untuk memperkecil ketertinggalan. Penyerang mereka, Ricardinho, mampu memanfaatkan ketidakwaspadaan pertahanan Arsenal dan mencatatkan namanya di papan skor.
Meskipun menerima gol tersebut, Arsenal mampu mempertahankan keunggulan dan menutup pertandingan dengan skor akhir 3-2. Kemenangan ini tidak hanya memberikan tiga poin, tetapi juga membawa tim Arsenal ke dalam sejarah baru Liga Champions.
Format baru Liga Champions yang mulai diterapkan pada musim 2024/2025 memberikan tantangan tersendiri bagi setiap tim. Arsenal menunjukkan bahwa mereka siap bersaing di level tertinggi dan mencatatkan prestasi yang sangat mengesankan dengan delapan kemenangan berturutan.










