Di tengah keindahan arsitektur Praha, sebuah instalasi seni yang unik telah menarik perhatian banyak orang. Tumpukan buku yang membentuk menara ini dikenal dengan nama ‘Idiom’, dan telah menjadi magnet baru bagi para wisatawan yang datang untuk mengagumi keunikan karyanya.
Menara ini bukan hanya sekadar objek menarik, tetapi juga melambangkan kekayaan budaya dan literasi. Dikenal luas berkat media sosial, ‘Idiom’ kini menjadi salah satu destinasi paling populer di kota ini.
Sejarah dan Desain Instalasi Seni ‘Idiom’
‘Idiom’ adalah karya seniman Slovakia, Matej Kren, yang pertama kali dipasang pada aula perpustakaan kota pada tahun 1998. Desain menara ini berbentuk silinder dan berisi sekitar 8.000 buku dengan pintu masuk yang menyerupai tetesan air, serta cermin di setiap ujungnya.
Dengan desain yang inovatif, pengunjung seolah-olah memasuki terowongan yang tidak memiliki ujung. Karya ini awalnya tidak dirancang sebagai objek wisata, melainkan untuk melambangkan pembelajaran dan pengetahuan yang tak berujung.
Namun, tiga tahun lalu, ‘Idiom’ dan keunikan visualnya mendadak viral di media sosial. Hal ini memicu lonjakan kunjungan yang signifikan, menjadikan menara buku ini salah satu atraksi baru di Praha.
Kunjungan yang Meningkat Pesat di ‘Idiom’
Pengunjung rela menghabiskan waktu menunggu demi mendapatkan foto selfie di antara tumpukan buku. Patapol Thongsaard, seorang turis dari Thailand, mengatakan bahwa ia menunggu satu jam meskipun cuaca dingin.
Tiket gratis pun mendorong minat pengunjung, dan banyak dari mereka yang ingin berbagi pengalaman mereka di platform media sosial. Fenomena ini turut membantu meningkatkan kesadaran akan literasi dan kebudayaan.
Pergeseran Dinamika Perpustakaan akibat Popularitas ‘Idiom’
Salah satu dampak signifikan dari lonjakan pengunjung adalah perubahan dinamika di dalam perpustakaan. Staf menjadi lebih terbiasa melayani ratusan hingga ribuan turis dari berbagai negara, dan hal ini juga memberikan tantangan tersendiri.
Lenka Hanzlikova, juru bicara perpustakaan, mengungkapkan bahwa mereka telah mengalokasikan satu pintu masuk khusus untuk pengunjung wisata. Selain itu, mereka sedang mempertimbangkan untuk menerapkan biaya masuk demi mengatur aliran pengunjung dengan lebih baik.
Adaptasi ini menunjukkan bahwa perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku tetapi semakin menjadi ruang publik yang menghubungkan masyarakat dengan seni dan literasi.
Makna di Balik Karya ‘Idiom’
Matej Kren menyatakan bahwa ‘Idiom’ bukanlah sekadar objek wisata, melainkan sebuah simbol pembelajaran yang tidak terbatas. Menurutnya, buku-buku yang digunakan dalam instalasi adalah buku-buku lokal yang sudah tidak terpakai dan hasil dari proses daur ulang.
Dengan kata lain, ‘Idiom’ mengajak kita untuk memahami nilai dari setiap buku yang terpakai dan mengingatkan akan pentingnya literasi dalam kehidupan sehari-hari. Kren menambahkan bahwa ia merasa karya ini telah mengalami transformasi makna menjadi lebih dari yang ia harapkan.
Seiring dengan itu, karya seni ini membangkitkan minat baca dan meningkatkan pemahaman tentang literasi di kalangan generasi muda, menciptakan dampak positif yang lebih luas.






