Astra Honda Motor (AHM) memberikan respon terhadap wacana insentif untuk motor listrik yang diharapkan pemerintah. Insentif ini diharapkan akan diterapkan kembali setelah penghentian yang berlangsung selama beberapa waktu.
Saat ini, perusahaan sepeda motor terkemuka tersebut menyatakan dukungannya terhadap kebijakan tersebut. Mereka menegaskan bahwa penyesuaian insentif ini harus berpihak kepada konsumen dan pelaku industri, sehingga semua pihak bisa mendapatkan manfaat.
Pemerintah sebelumnya telah memberikan insentif pembelian motor listrik sebesar Rp7 juta per unit pada tahun 2024. Namun, kuota yang hanya mencapai 60 ribu unit dianggap kurang mencukupi, apalagi jika melihat animo masyarakat yang cukup tinggi.
Perkembangan Terbaru Mengenai Insentif Motor Listrik
Sejak kuota insentif terpakai habis pada Oktober 2024, pembahasan tentang kelanjutan insentif ini menjadi semakin mendesak. Sejak saat itu, muncul berbagai wacana namun realisasinya masih belum terlihat. Pihak pemerintah diharapkan bisa segera mengeluarkan keputusan terkait insentif ini untuk mendukung transisi ke kendaraan ramah lingkungan.
Pada bulan Juli, Kementerian Perindustrian mengindikasikan bahwa insentif akan diaktifkan kembali pada bulan Agustus. Namun, informasi ini tidak terwujud, yang menyebabkan kekecewaan di kalangan produsen dan konsumen yang menanti-nantikan kepastian tersebut.
Di awal September, perwakilan dari Kementerian Perindustrian mengkonfirmasi bahwa mereka telah menyusun rancangan skema insentif. Namun, langkah selanjutnya tetap tergantung dari keputusan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Koordinasi Antara Kementerian Dalam Penetapan Insentif
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menjanjikan bahwa insentif untuk motor listrik akan dimasukkan dalam paket stimulus ekonomi. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mempromosikan penggunaan kendaraan listrik sebagai langkah strategis dalam menghadapi isu lingkungan. Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima dokumen terkait dari Kementerian Perindustrian.
Mereka kini sedang melakukan kajian ulang terhadap rancangan kebijakan tersebut. Perlu ada penyesuaian rinci agar insentif dapat diterapkan dengan efektif dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, optimis bahwa insentif ini seharusnya dapat dirilis dalam waktu dekat. Dalam sebuah acara yang diadakan di Jakarta, ia menyampaikan harapannya agar inovasi kebijakan dapat menguntungkan semua pihak.
Pentingnya Transisi Menuju Kendaraan Ramah Lingkungan
Transisi menuju kendaraan ramah lingkungan, seperti motor listrik, menjadi sangat penting di tengah perubahan iklim yang terjadi. Pemerintah, bersama dengan pelaku industri, perlu saling mendukung dalam upaya ini. Insentif yang tepat dapat mendorong masyarakat untuk beralih ke kendaraan yang lebih bersih dan efisien.
Pendidikan dan informasi yang baik mengenai keuntungan menggunakan kendaraan listrik juga diperlukan. Masyarakat perlu diberi pemahaman tentang manfaat jangka panjang selain dari insentif itu sendiri, seperti penghematan biaya operasional dan dampak positif bagi lingkungan.
Selain itu, penting bagi perusahaan untuk terus berinovasi dalam teknologi baterai dan infrastruktur pengisian. Hal ini akan membantu meningkatkan daya tarik motor listrik di mata konsumen serta menunjang pertumbuhan industri otomotif yang berkelanjutan.









