Hernia pada anak adalah kondisi medis yang sering kali tidak disadari oleh orang tua. Munculnya gejala pada hernia dapat bervariasi, dan terkadang gejala tersebut hadir dan kemudian menghilang sehingga membuat orang tua meremehkannya. Kondisi ini bisa terjadi pada bayi yang baru lahir dan memiliki potensi untuk menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik.
Dokter spesialis bedah anak menerangkan bahwa hernia umumnya ditandai dengan munculnya benjolan di area tertentu, seperti di lipatan paha atau pusar. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengamati setiap perubahan yang terjadi pada tubuh anak, terutama jika ada riwayat benjolan yang muncul di lokasi tersebut.
Di tahap awal, hernia mungkin sering hilang timbul. Meskipun benjolan tidak selalu terlihat saat diperiksa, adanya riwayat tersebut tetap perlu diperhatikan, agar tidak menambah risiko komplikasi di kemudian hari.
Gejala Hernia pada Anak dan Bayi yang Perlu Diwaspadai
Orang tua perlu mengenali gejala hernia agar dapat mengambil tindakan dengan cepat. Beberapa gejala hernia yang perlu diwaspadai antara lain benjolan di dekat selangkangan atau pusar. Jika ada tanda-tanda seperti ini, orang tua sebaiknya segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Selain itu, rasa nyeri atau ketidaknyamanan di daerah tersebut juga bisa menjadi sinyal. Perhatikan juga jika anak tampak rewel tanpa sebab yang jelas, karena ini juga bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan.
Saat bayi mengejan, menangis, atau batuk, tonjolan tersebut mungkin terlihat membesar. Namun, saat anak dalam keadaan tenang atau tidur, tonjolan ini bisa mengecil bahkan menghilang. Hal ini menjadi salah satu ciri khas dari hernia yang tidak boleh diabaikan.
Dalam beberapa kasus, hernia umbilikal dapat terlihat di area pusar, yang sering kali oleh orang tua disebut sebagai ‘pusar bodong’. Ini adalah tanda yang umum dan sebaiknya mendapatkan perhatian lebih saat memeriksa kesehatan anak.
Ketidaknyamanan yang dirasakan pada anak yang lebih besar bisa berupa nyeri ringan atau rasa berat di area selangkangan. Kondisi ini bisa membaik saat mereka beristirahat, namun tetap perlu perhatian khusus dari orang tua.
Waspadai Tanda-Tanda Hernia Terjepit yang Berbahaya
Salah satu kondisi paling berbahaya terkait hernia adalah terjepitnya hernia. Tanda-tanda ini termasuk nyeri hebat dan anak tampak sangat rewel. Jika benjolan berubah warna menjadi merah, keras, dan tidak bisa masuk kembali, ini adalah sinyal darurat yang memerlukan penanganan segera.
Gejala lainnya yang perlu diwaspadai adalah jika anak mengalami muntah, tidak mau makan, atau demam. Perut kembung dan buang air besar disertai darah juga menjadi indikator bahwa ada sesuatu yang serius yang perlu ditangani.
Penjepitan hernia yang berlangsung lama dapat mengganggu aliran darah ke usus, yang bisa menyebabkan kerusakan jaringan. Ini adalah masalah serius yang memerlukan intervensi medis segera agar tidak menambah risiko kesehatan anak.
Kapan Orang Tua Harus Membawa Anak ke Dokter?
Meskipun tidak semua hernia berbahaya, penting bagi orang tua untuk tidak menunda pemeriksaan medis saat menemukan adanya benjolan yang mencurigakan. Dukungan dan tindakan cepat dapat mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut.
Dokter menyarankan agar orang tua memberikan informasi terkait riwayat benjolan yang mungkin tidak selalu terlihat. Menyampaikan keluhan dan pengamatan selama ini dapat membantu tenaga medis dalam menentukan langkah penanganan yang terbaik.
Penting untuk dicatat bahwa hernia inguinal pada anak biasanya memerlukan tindakan operasi untuk mengatasi masalah ini. Sementara hernia umbilikal bisa dipantau hingga usia tertentu, penanganannya tergantung pada kondisi dan ukuran benjolan tersebut.
Dengan mengenali gejala dan tanda-tanda sejak dini, diharapkan orang tua mampu lebih waspada. Penanganan yang cepat dan tepat akan membantu mencegah komplikasi serius yang mungkin timbul akibat hernia.
Penting bagi setiap orang tua untuk terus memperhatikan kesehatan anak. Kunjungan rutin ke dokter dan komunikasi aktif tentang kondisi anak sangat diperlukan untuk menjaga kesehatannya.










