India baru saja mengumumkan pameran permata suci kuno yang berkaitan dengan Buddha setelah lebih dari satu abad. Permata ini, bernama Permata Piprahwa, terdiri dari lebih dari 300 batu dan perhiasan berharga, yang selama ini disimpan dan belum pernah dipamerkan.
Koleksi ini diperkirakan berasal dari sekitar tahun 200 SM dan ditemukan di sebuah situs stupa di India bagian utara. Pameran ini menjadi momen bersejarah bagi budaya dan sejarah India.
Pameran Sejarah yang Menggugah Memori Budaya
Pameran ini dibuka oleh Perdana Menteri India, Narendra Modi, yang menyebutnya sebagai “hari yang sangat istimewa.” Ia menekankan pentingnya pemulangan permata ini tidak hanya bagi India, tetapi juga bagi komunitas Buddha di seluruh dunia.
Kementerian Kebudayaan India mengungkapkan bahwa permata ini merupakan simbol dari warisan budaya yang telah lama hilang. Setelah 127 tahun, rakyat India akhirnya dapat menyaksikan kembali relik yang pulang ke tanah airnya.
Permata Piprahwa ditemukan oleh seorang insinyur kolonial Inggris, William Claxton Peppe, pada tahun 1898. Penemuan ini mengungkapkan fragmen-fragmen yang diyakini sebagai bagian dari relik Sang Buddha, menambahkan makna yang mendalam pada artefak tersebut.
Sejarah Penemuan dan Kepemilikan Permata Piprahwa
Pada saat penemuan permata ini, harta karun tersebut tersebar ke berbagai penjuru dunia setelah diserahkan kepada otoritas kolonial. Sebagian besar kemudian disimpan di Museum India di Kolkata. Ini menunjukkan betapa berharganya artefak ini dan bagaimana sejarah sering kali berulir di tangan yang salah.
Selama lebih dari satu abad, sejumlah permata tetap disimpan oleh keluarga Peppe. Seorang cicitnya sempat menawarkannya untuk dilelang dengan harga awal mencapai 1,2 juta dollar AS.
Namun, rencana tersebut dibatalkan setelah pemerintah India menegaskan bahwa permata tersebut adalah bagian dari warisan keagamaan yang tak terpisahkan. Ini adalah pernyataan resmi pemerintah yang mencerminkan pentingnya artefak dalam konteks spiritual dan budaya.
Impian Kolektif dan Identitas Budaya India
Kembalinya permata Piprahwa tidak hanya sekadar momen bersejarah, tetapi juga dijadikan simbol persatuan dan identitas budaya. Dalam konteks ini, permata menjadi pengingat akan kekayaan sejarah dan filosofi yang dianut oleh umat Buddha.
Pameran ini juga mengundang perhatian internasional untuk memahami lebih dalam mengenai warisan budaya Asia, khususnya mengenai pemahaman kita terhadap Buddha. Kegiatan ini merupakan langkah untuk mempromosikan dialog antarbudaya di era globalisasi.
Pemerintah India berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan artefak tersebut di masa mendatang, agar generasi mendatang dapat merasakan kendati tidak terlahir di jamannya. Hal ini menunjukkan perhatian serius terhadap pelestarian sejarah.











