Dalam ajang SEA Games 2025, pasangan ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma dan Meilysa Trias Puspitasari, mengalami kekalahan di final melawan lawan dari Malaysia, Pearly Tan dan Thinaah Muralitharan. Pertandingan tersebut berlangsung sangat ketat dan menarik perhatian banyak penonton yang berharap pasangan Indonesia dapat meraih medali emas.
Di awal pertandingan, kedua pasangan saling beradu strategi. Walaupun sempat tertinggal jauh di awal pertandingan, Febriana dan Meilysa menunjukkan semangat juang yang luar biasa dan berhasil mengejar ketertinggalan dengan mengumpulkan poin demi poin.
Meskipun tidak berhasil meraih kemenangan, kedua atlet ini menunjukkan performa yang mengesankan. Mereka sudah berpengalaman dan mampu menghadapi tekanan dengan baik meskipun pada akhirnya harus menerima kekalahan.
Pertandingan Final yang Menegangkan dan Berliku
Pertandingan dimulai dengan kedua pasangan saling berhadapan di lapangan dengan ketegangan yang terasa. Febriana dan Meilysa, yang berada di peringkat 59 dunia, harus berjuang keras untuk mengejar ketertinggalan 0-5 di awal gim pertama. Namun, keduanya perlahan mulai menemukan irama permainan dan meraih poin.
Setelah jeda, kedudukan semakin ketat dan kedua pasangan terlibat dalam kejar-mengejar poin yang cukup sengit. Momen menarik terjadi ketika Ana dan Meilysa berhasil menyamakan skor di angka 13-13 setelah tertinggal sebelumnya. Suasana semakin memanas saat mereka sempat unggul 14-13 sebelum akhirnya lawan merebut kembali momentum.
Akibatnya, meskipun Ana dan Meilysa berhasil menunjukkan ketahanan, mereka harus menyerah dengan skor akhir 16-21 pada gim pertama. Pergulatan dalam menghimpun poin yang agresif menyisakan rasa penasaran akan kinerja mereka di gim berikutnya.
Usahanya Berbuah Manis di Gim Kedua
Memasuki gim kedua, Ana dan Meilysa bertekad untuk memperbaiki performa. Namun, Tan dan Muralitharan langsung melesat dengan cepat, membuat kedudukan menjadi 1-7. Situasi ini memancing reaksi dari pasangan Indonesia, yang segera memperbaiki permainan mereka dan mencetak tiga poin beruntun.
Setelah interval, Ana dan Meilysa kembali berupaya mengejar ketertinggalan dan menunjukkan perkembangan dengan menyamakan kedudukan menjadi 13-13 sekali lagi. Dengan keberanian dan ketenangan, mereka berhasil unggul dan mengendalikan permainan hingga menciptakan situasi menegangkan saat unggul 19-16.
Namun, mereka harus menghadapi rasa frustrasi ketika gagal mengamankan match point dua kali. Akhirnya, gim kedua ditutup dengan kemenangan 21-19 untuk Indonesia, menambah harapan untuk gim ketiga yang akan menjadi penentu.
Pertarungan Tiga Gim yang Mempesona
Gim ketiga menjadi momen krusial dalam laga final ini. Diawali dengan situasi yang berimbang, Febriana dan Meilysa kembali menghadapi kesulitan pada awal gim. Namun, mereka menunjukkan ketangguhan untuk menyamakan kedudukan menjadi 6-6 dan bahkan sempat memimpin 8-6.
Tetapi, pasangan Malaysia tidak tinggal diam. Mereka kembali meraih keunggulan dan memimpin di jeda dengan skor 10-11. Tidak menyerah, pasangan Indonesia berjuang untuk merebut kembali keunggulan, mencetak tiga poin beruntun hingga skor menjadi 16-11.
Akan tetapi, dalam momen penting tersebut, Ana dan Meilysa gagal memaksimalkan keunggulan dan kehilangan momentum. Akhirnya, Tan dan Muralitharan berhasil menyamakan kedudukan 17-17 dan meraih empat angka beruntun yang menutup final dengan skor 21-17.
Perolehan Medali di SEA Games 2025
Kekalahan ini memberikan tambahan medali perak untuk Indonesia, menjadikan total perolehan medali cabang bulu tangkis menjadi satu emas, dua perak, dan satu perunggu. Emas bring dari tim beregu putra, sedangkan perak diraih oleh pasangan ganda putri serta tim beregu putri.
Selain itu, perunggu diraih oleh Jafar Hidayatullah dan Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu di nomor ganda campuran, menambah daftar pencapaian prestasi Indonesia di berbagai nomor bulu tangkis. Keberhasilan di SEA Games ini tentu menjadi pelajaran berharga untuk melanjutkan persiapan di ajang-ajang berikutnya.
Ke depannya, Indonesia masih memiliki peluang meraih medali emas lainnya, terutama dari dua finalis lainnya yang akan bertanding di sektor tunggal dan ganda putra, yang tentunya diharapkan dapat berkontribusi lebih banyak dalam perolehan medali di SEA Games kali ini.











