Di tengah perdebatan hangat mengenai dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap lapangan kerja, CEO sebuah perusahaan teknologi terkemuka mengungkapkan pandangannya yang optimis mengenai potensi baru dalam sektor pekerjaan. Menurutnya, alih-alih menggeser pekerjaan, AI justru akan menciptakan peluang di bidang yang kurang dipertimbangkan sebelumnya.
Dalam wawancara tersebut, dia menjelaskan bahwa ada dua pekerjaan yang diprediksi akan mengalami lonjakan permintaan di masa depan. Pekerjaan-pekerjaan ini menawarkan gaji yang menarik dan tidak memerlukan gelar sarjana, menjadi pilihan bagi mereka yang tertarik pada pekerjaan terampil.
Peluang-Peluang Baru di Dunia Kerja di Era AI
Dua bidang yang dijadikan contoh adalah teknisi listrik dan tukang ledeng. Keahlian dalam bidang ini dipandang sangat penting, terutama dalam menghadapi pembangunan pusat data yang semakin meningkat.
“Kami membutuhkan banyak teknisi dan tukang ledeng untuk membangun berbagai fasilitas ini,” kata CEO tersebut. Permintaan untuk tenaga kerja terampil ini diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan berjalannya waktu.
Pemikiran ini sejalan dengan tren global yang menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur digital memerlukan dukungan tenaga kerja terampil yang cukup besar. Kemajuan teknologi tidak selalu diimbangi dengan jumlah pekerja yang memadai di bidang teknis.
Dampak Positif Terhadap Komunitas Lokal
Satu pusat data berukuran besar dapat mempekerjakan ribuan pekerja konstruksi selama pembangunannya. Beberapa dari mereka bahkan bisa memiliki gaji yang tinggi, memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan kepada komunitas lokal.
Setelah pusat data tersebut beroperasi, tenaga kerja yang dibutuhkan untuk mengelolanya juga tidak sedikit. Hal ini berpotensi menciptakan pekerjaan tambahan di komunitas sekitar.
Pikirkan tentang dampak positif yang bisa timbul dari proyek-proyek semacam ini. Komunitas yang sebelumnya mungkin tidak memiliki banyak kesempatan kerja kini bisa berkembang dengan adanya proyek infrastruktur besar.
Tantangan dalam Menyiapkan Tenaga Kerja Terampil
Meski ada banyak peluang, tantangan utama tetap ada, terutama dalam hal ketersediaan tenaga kerja terampil. Kepedulian telah disampaikan oleh banyak pemimpin industri yang mengingatkan tentang potensi kekurangan teknisi di masa depan.
Sebagai contoh, diskriminasi terhadap pekerja imigran dan rendahnya minat generasi muda terhadap pekerjaan terampil menjadi isu signifikan. Kekhawatiran ini menjadikan persiapan tenaga kerja semakin mendesak.
Pendidikan dan pelatihan yang memadai diperlukan untuk memastikan bahwa generasi mendatang siap menghadapi tantangan yang ada di industri. Ketidakselarasan antara kebutuhan industri dan pendidikan yang tersedia sering menjadi hambatan bagi siapnya tenaga kerja terampil.










