Toyota Astra Motor (TAM) baru-baru ini mengumumkan penarikan kembali atau recall untuk 29 model mobil di Indonesia. Langkah ini diambil karena adanya beberapa masalah yang ditemukan pada kendaraan yang diproduksi mulai tahun 2021 untuk model Toyota dan Lexus.
Wakil Presiden TAM, Henry Tanoto, mengingatkan para pemilik kendaraan yang terdampak agar segera membawa mobil mereka ke bengkel resmi. Ia menekankan pentingnya pemeriksaan dan, jika perlu, penggantian komponen yang terpengaruh demi keselamatan berkendara.
“Kami menemukan beberapa masalah pada sistem kendaraan, yang memerlukan perhatian segera. Pelanggan dapat mengunjungi website kami, menghubungi call center, atau datang langsung ke bengkel resmi terdekat,” ujarnya dalam keterangan resminya.
Pada pengumuman ini, TAM menjelaskan sejumlah masalah spesifik dan model kendaraan yang terlibat dalam recall ini. Penarikan kembali ini menunjukkan komitmen Toyota untuk menjaga kualitas dan keselamatan kendaraan yang mereka produksi.
Masalah Pada Meter Kombinasi yang Ditemukan di Kendaraan
Masalah pertama yang diidentifikasi adalah pada meter kombinasi, yang merupakan panel instrumen penting di dalam kendaraan. Pemrograman yang tidak optimal pada sistem ini dapat menyebabkan data tertulis berulang kali ke dalam memori banyak, berpotensi menyebabkan overload.
Hal ini dapat mengakibatkan masalah pada monitor, di mana tidak menyala saat kunci kontak dihidupkan. Jika situasi ini berlangsung lama, pengemudi mungkin tidak mendapatkan informasi penting dari speedometer yang dapat meningkatkan risiko berkendara.
Beberapa model yang terpengaruh oleh masalah ini termasuk Toyota Alphard, Vellfire, dan Camry, yang diproduksi pada rentang waktu tertentu. Pihak Toyota sangat merekomendasikan pemilik kendaraan untuk segera melakukan pemeriksaan.
Pemeriksaan Pemanas Elektrik Kabin dan Dampaknya
Pemeriksaan selanjutnya adalah mengenai pemanas elektrik pada sistem HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning). Sistem ini berfungsi untuk menjaga kenyamanan suhu di dalam kabin kendaraan. Namun, ada kemungkinan pemanas ini mengalami gangguan jika terpapar tekanan jangka panjang.
Kinerja pemanas dapat menurun pada suhu rendah, yang dapat mempengaruhi kemampuan pencairan es dan embun pada kaca kendaraan. Situasi ini dapat mengurangi visibilitas pengemudi, yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.
Kendaraan yang terdampak dari masalah pemanas ini meliputi Lexus UX300e yang diproduksi dalam rentang waktu tertentu. Pihak Lexus mengingatkan agar pemilik kendaraan melakukan pemeriksaan untuk mencegah terjadinya masalah yang lebih serius.
Isu Pada ECU Parking Assist yang Perlu Diperhatikan
Selanjutnya, recall ini juga melibatkan pemeriksaan pada ECU Parking Assist, yang berfungsi untuk menampilkan area belakang kendaraan saat mundur. Software pada ECU ini bisa mengalami masalah, yang menyebabkan gambar tidak muncul saat kendaraan dihidupkan kembali.
Hal ini meningkatkan risiko tabrakan ketika mobil mundur, karena pengemudi tidak mendapatkan informasi visual yang dibutuhkan. Ini menciptakan situasi yang berbahaya, terutama di area parkir yang sempit atau padat.
Model yang terpengaruh oleh masalah ini mencakup beberapa tipe Toyota dan Lexus, seperti Alphard dan Vellfire. Pihak TAM menghimbau seluruh pemilik kendaraan terkait untuk segera melakukannya pemeriksaan mendetail demi keamanan bersama.
Langkah-Langkah Perbaikan dan Proses Inspeksi
Proses inspeksi untuk kendaraan yang terlibat akan dilakukan oleh teknisi bersertifikat Toyota, yang menjamin bahwa pemeriksaan dilaksanakan secara profesional dan cepat. Proses ini tidak dipungut biaya, sehingga pemilik kendaraan tidak perlu khawatir mengenai biaya perbaikan yang mungkin timbul.
Keterangan lebih lanjut mengenai waktu pengerjaan dan tindakan yang diperlukan akan diinformasikan di masing-masing bengkel. Estimasi waktu mungkin bervariasi tergantung pada kondisi kendaraan yang diperiksa.
“Kami berkomitmen untuk memastikan keselamatan berkendara melalui langkah-langkah ini. Pemilik kendaraan tidak akan dikenakan biaya selama proses pemeriksaan dan perbaikan,” jelas Marketing Director TAM, Jap Ernando Demily.
TAM menekankan bahwa recall ini bukan hanya tentang perbaikan teknis, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab terhadap keselamatan pelanggan. Dengan melakukan penarikan kembali ini, Toyota menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap keselamatan dan pengalaman berkendara yang mendukung berbagai inovasi teknologi dalam kendaraan mereka.









