Pemandangan yang menyentuh dari sepotong sejarah sepak bola muncul ketika Ryan Giggs, legenda Manchester United, mengungkapkan pendapatnya mengenai rekan setim terbaik yang pernah ia miliki. Dalam pernyataannya, Giggs dengan tegas menyebut Paul Scholes sebagai pemain terhebat yang pernah bermain bersamanya di Old Trafford, bukan Cristiano Ronaldo, meskipun Ronaldo mengukir prestasi cemerlang di klub tersebut.
Karier Giggs di Manchester United berlangsung selama 24 tahun, di mana ia menggenggam 13 trofi Liga Inggris. Dari perjalanan panjang tersebut, 18 tahun di antaranya dihabiskan bersama Scholes, yang merupakan bagian integral dari era keemasan Setan Merah di bawah manajer legendaris, Sir Alex Ferguson.
Kenangan manis antara Giggs dan Scholes terukir saat Manchester United meraih Treble pada musim 1998/1999. Komposisi tim yang solid dan talenta luar biasa mereka membentuk kekuatan yang tak tertandingi, mengantar klub meraih gelar Liga Premier, Piala FA, dan Liga Champions dalam satu musim yang mengesankan.
Pentolan Kemenangan Manchester United di Musim 1998/1999
Puncak kebersamaan Giggs dan Scholes terjadi pada musim bersejarah ketika mereka mencetak berbagai rekor. Musim itu, United tidak hanya mendominasi liga domestik, tetapi juga menaklukkan Eropa, membuat sejarah yang akan dikenang oleh seluruh penggemar sepak bola.
Peran Giggs dan Scholes sebagai jantung tim tak dapat dipandang sebelah mata. Keduanya saling melengkapi dengan gaya permainan yang berbeda, namun selalu harmonis dalam setiap laga. Inilah yang menjadikan mereka simbol kebangkitan klub dalam dunia sepak bola.
Namun, masa-masa gemilang itu tidak hanya diwarnai oleh prestasi tim. Giggs juga menyaksikan transformasi pemain lain seperti Cristiano Ronaldo, yang bergabung dengan Manchester United dan menjadi salah satu pemain terbaik di dunia. Ronaldo membantu tim meraih enam trofi penting di periode antara 2006 hingga 2009.
Walaupun Ronaldo sangat berkontribusi dalam kesuksesan klub, Giggs tetap menunjukkan bahwa ia lebih mengagumi Scholes berdasarkan kecakapan teknis dan pemahaman permainan yang mendalam. Baginya, kualitas Scholes tak tergantikan dan tidak bisa dibandingkan dengan siapapun.
Setiap kali berhadapan dengan pertanyaan mengenai siapa pemain terbaik yang pernah bermain bersamanya, Giggs selalu menegaskan bahwa bagi dirinya, Scholes adalah pemenang. Ini menggambarkan betapa dalamnya penghargaan yang dimiliki Giggs terhadap rekan setimnya.
Kekuatan Kualitas Permainan Scholes yang Tak Tergeser
Dalam sebuah wawancara dengan Premier League Productions pada tahun 2020, Giggs mengungkapkan pandangannya tentang Scholes dengan sangat jelas. Dia menyatakan bahwa meskipun pencapaian Ronaldo luar biasa, Scholes memiliki kualitas unik yang tidak pernah dimiliki oleh pemain lain.
“Orang-orang selalu bertanya siapa pemain terbaik yang pernah bermain bersama saya. Dari segi pencapaian, mungkin Cristiano,” jelas Giggs. Namun, pendapatnya tentang Scholes menunjukkan kedalaman rasa hormatnya terhadap mantan rekan satu timnya.
Dengan penuh keyakinan, Giggs menyatakan bahwa dua pemain tersebut sangat berbeda, dan kelebihan Scholes tidak hanya terletak pada statistik atau trofi, tetapi pada kemampuan membaca permainan dan memberikan kontribusi di lapangan yang sangat berharga.
Scholes dikenal sebagai gelandang serang yang memiliki kemampuan luar biasa dalam mendistribusikan bola dan menciptakan peluang bagi rekan-rekannya. Hal ini merupakan alasan mengapa Giggs terus mengedepankan nama Scholes sebagai yang terbaik selama kariernya di Manchester United.
Kehebatan Scholes dalam menguasai bola di tengah lapangan dan visi permainan yang brilian membuatnya menjadi kunci dalam sejumlah kemenangan penting bagi Manchester United, menjadikan warisannya abadi di hati para penggemar.
Pemahaman Giggs tentang Apa yang Membuat Seorang Pemain Terbaik
Pendapat Giggs tentang siapa yang layak disebut sebagai yang terbaik tidak hanya didasarkan pada trofi dan penghargaan. Ia lebih menekankan pada pengaruh seorang pemain terhadap tim dan bagaimana peran mereka dapat mengubah dinamika permainan.
Menariknya, walaupun Ronaldo memiliki pencapaian individual yang mengesankan, Giggs berpendapat bahwa Scholes menawarkan sesuatu yang lebih dalam dalam konteks permainan tim. Dalam sepak bola, kolaborasi menjadi kunci sukses, dan di sinilah peran Scholes sangat terasa.
Keberanian Scholes dalam mengambil keputusan cepat dan akurat sangat membantu tim, terutama dalam situasi tekanan tinggi. Ini adalah kualitas langka yang seringkali tidak terlihat jelas dalam statistik atau highlight pertandingan.
Pada akhirnya, setiap pemain memiliki jalannya masing-masing dalam menciptakan sejarah. Namun, yang pasti, bagi Giggs, Scholes tetaplah yang terbaik dalam hal pengaruh dan kontribusi yang diberikan di lapangan.
Melalui kata-kata Giggs, dapat dilihat betapa berartinya hubungan antar pemain dalam dunia sepak bola. Keduanya telah membangun ikatan yang kuat yang tidak hanya terbatas pada lapangan, tetapi juga di luar lapangan, menjadi sahabat yang saling mendukung satu sama lain dalam karier mereka.










