Penyakit kardiovaskular (CVD) merupakan penyebab kematian yang signifikan di seluruh dunia. Dengan data dari organisasi kesehatan internasional, tercatat bahwa hampir 19,8 juta orang meninggal akibat penyakit ini pada tahun 2022, yang mencerminkan bahwa CVD bertanggung jawab atas sekitar 32 persen kematian global.
Tak hanya serangan jantung dan stroke yang menjadi perhatian, tetapi juga berbagai faktor yang menyumbang kondisi ini, termasuk pola makan dan gaya hidup. Namun, terdapat satu elemen penting yang sering kali terlewatkan: perubahan hormon, khususnya pada pria.
Dalam konteks ini, penting untuk memahami bagaimana penurunan hormon dapat berkontribusi pada risiko penyakit kardiovaskular. Penelitian menunjukkan bahwa faktor hormonal, terutama testosteron, memiliki peran yang tidak bisa diabaikan dalam menjaga kesehatan jantung pria.
Pentingnya Memahami Penyakit Kardiovaskular dan Penyebabnya
Penyakit kardiovaskular memiliki banyak variabel yang saling berinteraksi, mempengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Salah satu faktor utama adalah gaya hidup yang tidak sehat, seperti pola makan tinggi lemak dan rendah serat, serta kurangnya aktivitas fisik yang teratur.
Lebih jauh, stres dan faktor lingkungan juga berkontribusi terhadap risiko CVD. Pembentukan kebiasaan sehat merupakan langkah awal untuk mencegah terjadinya masalah kardiovaskular ini sejak dini.
Walau demikian, perhatian terhadap dorongan hormonal juga sama pentingnya. Penurunan kadar hormon, terutama testosteron, dapat memperburuk beragam kondisi yang berhubungan dengan jantung, mempengaruhi metabolisme dan keseimbangan lipid dalam tubuh.
Penyebab Penurunan Hormon pada Pria
Penurunan kadar testosteron bukanlah fenomena yang muncul seiring bertambahnya usia. Menurut para ahli, proses ini bisa dimulai sejak pria masih muda, yang seringkali kurang disadari.
Faktor genetik, pola makan, dan lingkungan berperan besar dalam penurunan hormon. Semakin banyak pria yang menghadapi masalah ini, bahkan di usia yang relatif produktif.
Kompleksnya isu ini memperjelas bahwa masalah hormonal tidak hanya menjadi perhatian untuk kalangan lanjut usia, tetapi harus menjadi perhatian setiap pria dari segala usia.
Manifestasi Penurunan Kadar Testosteron
Berbagai gejala seperti kelelahan, suasana hati yang mudah berubah, dan penurunan gairah menjadi tanda nyata dari rendahnya kadar testosteron. Banyak pria tidak menyadari bahwa gejala ini dapat berdampak luas, tidak hanya pada kesehatan fisik tetapi juga pada kondisi psikologis mereka.
Testosterone Deficiency Syndrome (TDS) sering kali dikaitkan dengan penurunan kualitas hidup. Hal ini dapat mengganggu individu baik dalam urusan pekerjaan, hubungan sosial, maupun kehidupan pribadi mereka.
Dokter dan ahli kesehatan merekomendasikan agar pria yang merasa mengalami gejala tersebut segera melakukan pemeriksaan hormon. Mendeteksi lebih awal dapat membuka jalan bagi pengobatan dan perbaikan kualitas hidup.
Langkah-Langkah untuk Memperbaiki Kesehatan Hormonal dan Kardiovaskular
Menjaga pola makan seimbang merupakan langkah awal yang harus diambil. Mengonsumsi makanan dengan nutrisi seimbang, serta memperbanyak konsumsi sayuran dan buah, dapat membantu menjaga kadar hormon dan mendukung kesehatan kardiovaskular.
Selain itu, aktivitas fisik yang teratur, seperti olahraga aerobik atau kekuatan, juga sangat penting. Berolahraga dapat membantu menjaga berat badan yang sehat dan meningkatkan kesehatan jantung secara keseluruhan.
Jangan lupa untuk melibatkan praktik manajemen stres dalam rutinitas harian, seperti meditasi, yoga, atau kegiatan lain yang dapat mengurangi tekanan psikologis. Kesehatan mental sangat penting untuk mendukung kestabilan hormonal.










