Penerbangan pesawat sering kali menjadi pengalaman yang menarik sekaligus menegangkan bagi banyak orang. Salah satu aspek yang sering menjadi perhatian adalah turbulensi, yang merupakan fenomena umum namun bisa menjadi sumber kecemasan bagi penumpang.
Turbulensi dapat diibaratkan seperti aliran sungai yang terkadang tenang dan di lain waktu penuh arus yang kuat. Fenomena ini terjadi karena berbagai faktor, seperti perubahan cuaca, keberadaan pegunungan, dan juga arus jet yang ada di atmosfer.
Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh perusahaan pelacak turbulensi, faktor cuaca memainkan peran penting dalam intensitas turbulensi. Terutama di daerah yang sering dilalui penerbangan, seperti Andes di Amerika Selatan, yang dikenal memiliki banyak jalur penerbangan dengan turbulensi tinggi.
Rute Penerbangan dengan Intensitas Turbulensi Tertinggi di Dunia
Menurut data yang dihasilkan dari penelitian itu, salah satu rute penerbangan yang paling menegangkan adalah antara Mendoza, Argentina, dan Santiago, Chili. Dengan tingkat disipasi pusaran yang sangat tinggi, rute ini mencatat angka EDR sebesar 24,684, menunjukkan bahwa turbulensinya sangat ekstrem.
Penerbangan ini harus melewati pegunungan Andes, yang menjadi salah satu penyebab utama turbulensi tersebut. Pegunungan ini menciptakan gelombang udara yang tidak stabil dan menyebabkan variasi aliran udara yang tajam di sekitarnya.
Di urutan kedua adalah penerbangan dari Cordoba, Argentina, ke Santiago, Chili, yang juga memiliki tingkat turbulensi signifikan. Ini menunjukkan bahwa wilayah pegunungan Andes sangat mempengaruhi kondisi penerbangan di sekitarnya.
Daftar Rute Penerbangan Penuh Turbulensi
Selain dua rute di atas, ada beberapa penerbangan lainnya yang juga tercatat memiliki tingkat turbulensi tinggi. Misalnya, penerbangan dari Mendoza ke Salta dan dari Mendoza ke San Carlos de Bariloche juga menjadi perhatian.
Penerbangan-penerbangan ini sering kali menghadapi arus udara yang sangat dinamis. Di tempat-tempat ini, penumpang seringkali merasakan guncangan yang cukup signifikan, yang bisa membuat ketidaknyamanan saat terbang.
Berikut adalah daftar lengkap dari sepuluh rute penerbangan dengan intensitas turbulensi paling tinggi: Mendoza (MDZ) – Santiago (SCL), Cordoba (COR) – Santiago (SCL), Mendoza (MDZ) – Salta (SLA), dan seterusnya. Setiap rute memiliki level intensitas yang berbeda-beda, menarik perhatian para penumpang dan pilot dalam dunia penerbangan.
Penyebab Turbulensi yang Perlu Diketahui Penumpang
Ada beberapa penyebab umum yang dapat menyebabkan turbulensi selama penerbangan. Cuaca buruk adalah salah satu penyebab utama, di mana angin kencang dan badai dapat sangat mempengaruhi arah dan kecepatan pesawat.
Lebih jauh lagi, fenomena atmosfer seperti perubahan suhu dan tekanan juga dapat menyebabkan turbulensi. Pesawat yang melintasi berbagai lapisan atmosfer yang tidak seimbang dapat merasakan guncangan yang kuat.
Penting bagi penumpang untuk memahami bahwa turbulensi adalah hal yang normal dalam penerbangan. Meskipun terkadang bisa menakutkan, sebagian besar pesawat dirancang untuk dapat menangani turbulensi ini dengan baik.








