Kemunculan varian baru subclade K flu di Amerika Serikat menarik perhatian serius dari berbagai ahli kesehatan. Lonjakan lebih dari 70 ribu kasus dalam satu minggu telah memicu kekhawatiran akan dampak yang lebih luas, termasuk kemungkinan penyebarannya ke negara lain, termasuk Indonesia.
Para dokter, terutama dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bersiap untuk menghadapi tantangan yang mungkin ditimbulkan oleh varian ini. Varian subclade K diketahui bisa menyebabkan gejala yang lebih serius, terutama pada anak-anak yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Dokter Piprim B Yanuarso, Ketua Umum IDAI, memberikan penjelasan bahwa varian ini dapat diabaikan oleh sistem kekebalan tubuh yang sebelumnya terbentuk. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap risiko yang ada.
Risiko Varian Flu Baru pada Anak-Anak di Indonesia
Dampak serius dari infeksi influenza pada anak-anak dengan kondisi komorbid perlu menjadi perhatian utama bagi orang tua dan tenaga medis. Varian ini disebut-sebut sebagai ‘super flu’ karena dampaknya yang bisa lebih parah pada kelompok rentan.
Anak-anak dengan penyakit bawaan, seperti jantung atau gangguan paru-paru, menjadi salah satu kelompok yang paling berisiko. Jika terinfeksi, gejala yang muncul pada mereka dapat jauh lebih berat dibandingkan anak-anak lain yang tidak memiliki kondisi itu.
Konteks geografi dan kondisi lingkungan juga mempengaruhi penyebaran virus ini. Bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah, seperti banjir, dapat memperburuk kondisi kesehatan masyarakat dan memperparah penularan penyakit.
Pentingnya Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
IDAI mengingatkan kembali tentang urgensi menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan. Pengalaman selama pandemi COVID-19 memberikan pelajaran penting tentang bagaimana mengurangi penularan penyakit menular.
Langkah-langkah sederhana, seperti mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak, menjadi sebuah keharusan terutama saat musim penyakit. Tindakan-tindakan ini terbukti efektif dalam mengurangi angka penularan.
Vaksinasi juga menjadi salah satu langkah penting untuk melindungi anak-anak dan kelompok rentan lainnya dari infeksi influenza. Vaksin flu direkomendasikan bagi anak-anak mulai usia enam bulan untuk mengurangi risiko gejala berat yang mungkin muncul.
Strategi Vaksinasi untuk Melindungi Kelompok Rentan
Pemberian vaksin influenza tidak hanya penting untuk anak-anak, tetapi juga untuk ibu hamil. Dengan memberikan vaksin saat kehamilan, ibu dapat memberikan perlidungan pasif bagi bayi mereka, terutama yang lahir prematur.
Vaksinasi selama kehamilan dapat membantu memastikan bahwa bayi mendapat perlindungan pada awal kehidupannya. Ini sangat vital, mengingat bayi yang prematur belum dapat menerima imunisasi sendiri.
Pengelolaan penyakit penyerta dan perlunya nutrisi yang baik juga menjadi fokus utama bagi anak-anak dengan komorbid. Kesehatan anak dapat dipertahankan dengan cara menjaga asupan gizi yang cukup dan mengontrol penyakit yang sudah ada agar risiko infeksi menjadi lebih rendah.







